Jumat, 01 November 2019

Batuan Sedimen

          Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk di permukaan bumi pada kondisi temperatur dan tekanan yang rendah. Batuan ini berasal dari batuan yang lebih dahulu terbentuk, yang mengalami pelapukan, erosi, dan kemudian lapukannya diangkut oleh air, udara, atau es, yang selanjutnya diendapkan dan berakumulasi di dalam cekungan pengendapan, membentuk sedimen. Material-material sedimen itu kemudian terkompaksi, mengeras, mengalami litifikasi, dan terbentuklah batuan sedimen. Batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi dua golongan (Pettijohn, 1975 dan W.T. Huang, 1962), yaitu :

1. Batuan sedimen klastik
    Batuan sedimen klastik merupakan batuan sedimen yang terbentuk melalui pengendapan kembali detritus atau pecahan batuan asal. Batuan asal tersebut dapat berupa batuan beku, batuan metamorf, maupun batuan sedimen. Fragmentasi batuan asal tersebut dimulai dari proses pelapukan, kemudian tererosi dan tertransportasi menuju cekungan pengendapan. Setelah pengendapan tersebut berlangsung sedimen mulai mengalami diagenesa. diagenesa merupakan proses perubahan - perubahan suatu sedimen, selama, dan sesudah lithifikasi terjadi.

Proses diagenesa tersebut antara lain
a. kompaksi sedimen
    Kompaksi sedimen adalah termampatnya butir sedimen satu terhadap lain akibat tekanan dari  berat  beban diatasnya. Pada proses ini volume sedimen berkurang dan hubungan antar butir menjadi rapat dan kompak
b. Sementasi
    Sementasi adalah turunnya material - material diruang antar butis sedimen dan secara kimiawi mengikat antar butir-butir sedimen. Proses sementasi dapat berjalan efektif apabila derajat kelurusan larutan (Permeabilitas Relatif) pada ruang antar butir semakin besar
c. Rekristalisasi
    Rekristalisasi adalah pengkristalan kembali suatu mineral dalam suatu larutan kimia yang berasal dari pelarutan material sadimen selama diagenesa atau jauh sabelumnya. Reksriatalisasi sangat umum terjadi pada pambentukan batuan karbonat
d. Autigenesis
   Autigenesis adalah terbentuknya mineral baru di lingkungan diagenetik, sehingga adanya mineral tersebut merupakan partikel baru dalam suatu sedimen. Mineral autigenik ini yang umum diketahui sebagai berikut : karbonat, silika, klorite, illite, gipsum dan lain-lain.
e. Metasomatisme
Yaitu penggantian mineral sedimen oleh berbagai mineral autigenik, tanpa pengurangan volume asal. Contoh dari proses metasomatisme ini adalah dolomitisasi sehingga dapat merusak bentuk batuan karbonat atau fosil.

2. Batuan sedimen non klastik
    Batuan sedimen non klastik terbentuk melalui reaksi kimia atau dapat juga terbentuk dari hasil kegiatan organisme. Reaksi kimia yang dimaksud adalah kristalisasi langsung atau reaksi organik (Penggaraman unsur-unsur laut, pertumbuhan kristal dari agregat kristal yang terpresipitasi dan replacement).

     Sementara itu, menurut R.P. Koesoemadinata, 1980 terdapat enam golongan dasar batuan sedimen, yaitu :
1. Golongan Dendritus Kasar
Merupakan golongan batuan sedimen yang diendapkan dengan proses mekanis. Termasuk dalam golongan ini antara lain, breksi (jika butirannya berbentuk meruncing), konglomerat (jika butirannya berbentuk membulat) dan batu pasir. Lingkungan tempat diendapkannya batuan ini dapat dilingkungan sungai, danau ataupun laut.
2. Golongan Detritus Halus
Batuan yang termasuk golongan ini pada umumnya diendapkan dilingkungan laut dari laut dangkal sampai laut dalam. Termasuk golongan ini antara lain batu lanau, serpih, batulempung dan napal.
3. Golongan Karbonat
Batuan ini umum sekali terbentuk dari sekumpulan cangkang moluska, algae, foraminifera atau lainnya yang bercangkang kapur. Jenis batuan ini banyak sekali, tergantung material penyusunnya, misalnya batu gamping terumbu yang tersusun oleh material terumbu.
4. Golongan Silika
Proses terbentuknya batuan ini adalah gabungan antara proses organik, dan kimiawi untuk lebih menyempurnakannya. Yang termasuk golongan ini adalah rijang, radiolaria, dan tanah diatom. Batu jenis ini tersebar hanya dalam jumlah sedikit dan terbatas.
5. Golongan Evaporit
Pada umumnya batuan ini terbentuk dilingkungan danau atau laut yang tertutup dan untuk terjadinya, batuan sedimen ini harus ada air yang memiliki kandungan larutan kimia yang cukup pekat. Yang termasuk ke dalam golongan ini yaitu gipsum, anhydrit, batu garam dan lain – lain.
6. Golongan Batubara
Batuan sedimen ini terbentuk dari unsur – unsur organik, yaitu dari tumbuh – tumbuhan dimana sewaktu tumbuhan tersebut mati, dengan cepat tertimbun oleh suatu lapisan yang tebal diatasnya sehingga tidak memungkinkan untuk terjadi pelapukan terlebih dahulu. Lingkungan terbentuknya batubara sangat khusus sekali.
 
Gambar 1
Penggolongan Batuan Sedimen Serta Proses Terbentuknya (R.P. Koesoemadinata, 1980)

Sumber Referensi :
Soehartono.1992."Petunjuk Paktikum Petrologi".Yogyakarta : Fakultas Teknik Geologi UPN "Veteran"